Jumat, 29 April 2016

Book with Joko- Cather in The Rye



“I’d just be the catcher in the rye and all. I know it’s crazy, but that’s the only thing I’d really like to be. I know it’s crazy.”
― J.D. Salinger, The Catcher in the Rye

Buku kedua yang saya baca dan saya diskusikan dengan Joko tahun ini adalah Cather In The Rye. Buku ini adalah karangan JD Salinger, penulis Amerika yang memang cukup terkenal. Cather in the Rye mengisahkan tentang Holden, seorang bocah SMA yang dikeluarkan dari sekolahnya. Itu adalah sekolah kesekian yang mengeluarkan Holden. Karena kesal pada roomatenya, dia memutuskan untuk pulang ke Newyork, tiga hari lebih cepat dari yang diperkirakannya. Keputusan yang membuatnya mengalami banyak kejadian, dari bertemu pelacur yang suka memeras, dua biarawati, sampai kemudian kehabisan uang, hingga dia tiba pada satu titik, ketika dia tahu apa yang dia mau. Bagaimana kisah perjalanan Holden? Yah sebaiknya kamu baca sendiri.
The Cather in the Rye sendiri merupakan buku fenomenal dan banyak menjadi referensi bagi siswa SMA di Amerika. Hal  itu karena dalam buku in banyak sekali pesan terutama bagi siswa SMA yang memasuki rasa ingin tahu yang tinggi dan membutuhkan arahan. Trivia, Catcher in the Rye adalah buku yang digadang-gadang mengilhami pembunuh John Lenon. Ah yah begitu saya menyampaikan ke Joko, kalau saya membaca buku ini, ternyata dia juga sudah membacanya sejak lama. Dan inilah perbincangan kami  sore ini, tentang buku ini.
“Gue baru baca Catcher in the Rye dan menurut gue ini buku yang baik untuk membuka 2016,” ujar Saya pada Joko.
“Setuju. Gue baca buku itu empat tahun lalu saat gue masih 25 tahun. Dan gue bersyukur membaca buku itu di saat yang tepat.”
“Saat yang tepat gimana?”
“Lo taulah, Jen, 25 tahun itu gimana.. Masa-masa galau nggak jelas dan pencarian jati diri. Untuk pertama kalinya lo sadar lo udah nggak muda lagi dan lo belum pantas dibilang tua. Lo ngerasa lo nggak punya tempat di dunia ini dan menyaksikan teman-teman lo sudah memiliki hal berarti. Yah galau kaya gitulah. Ngerti kan?”
“Yah gue ngerasain sih galau yang lo bilang. Yah kadang emang gitu ada satu titik dalam hidup kita kita mempertanyakan segala sesuatu. Oke back to the book, menurut lo buku ini tentang apa, Ko?”
“Menurut gue buku ini tentang pencarian jati diri. Buku ini untuk mereka yang tersesat tapi nggak tahu gimana mesti pulang. Buku ini tentang bagaimana menghadapi masalah. Pernah nggak sih lo Jen merasa stuck dengan hidup lo. Lo ngerasa karir lo, hobbi lo, segala hal di seputaran lo nggak berarti lagi. Nah itu yang jadi premis dari novel ini. Ketika lo stuck dan nggak tahu mau ngapain yah lo jalani aja hidup lo.”
“Iya, buku tentang depresi kalau menurut gue.”
“Yaps JD Salinger mau menceritakan gimana depresinya seseorang yang mengalami transisi dalam hidup. Holden di buku ini yang digambarkan dari masa kecil ke masa remaja. Menurut pakar psikologi Erik Erikson manusia setidaknya mengalami tiga krisis dalam hidupnya. Krisis yang pertama saat lo remaja, saaat lo mencari jati diri lo kaya si Holden. Krisis kedua memasuki usia dewasa ketika akhirnya lo membangun keluarga lo sendiri. krisis yang ketiga nanti pas memasuki usia 50 tahun. Ketiga krisis itu digambarkan dalam 8 stage of life. Yah sebenarnya sejak bayi sampai tua manusia selalu punya masalah gitu. Jadi its okay kalau lo ada masalah, hidup emang masalah sih.”
“Gue jadi ingat sebuah teori yang gue baca di mana gitu tentang manusia, Ko. Bahwa kita hidup agar diuji coba. Sebenarnya kita hidup di dunia ini untuk mengalami yang namanya ujian sebelum kembali bersama Tuhan. Pantas aja kalau hidup kita selalu ada yang namanya ujian.”
“Itu kan semacam pola pikir yang tercipta ketika lo nggak bisa menemukan jawaban yang dapat diterima logika lo, jen.”
“Maksudnya gimana, tuh.”
“Maksud gue gini, pertanyaan tentang Tuhan sudah ada sejak dulu. Ada beberapa yang ngerasa stuck dan memutuskan daripada repot mikirin Tuhan, yah dia menghilangkan Tuhan itu sendiri. Terciptalah para Atheis. Ada yang merasa bahwa dalam pencarian akan Tuhan dia nggak akan nemu, tetapi merasakan bahwa Tuhan itu ada maka mereka bikin teori kaya yang lo bilang tadi. Gue sih merasa yah begitulah hidup. Lo bisa bertahan kalau lo bisa mengalahkan diri lo sendiri. Mengalahkan idealisme lo yang nggak masuk akal. Something like that, lah.”
“Yah seperti Holden. Gue tertarik gimana dia membahas tentang katolik. Tentang agama. Gue ngerasa kadang gue ngelabelin orang dari agamanya. Misalnya gini, gue ketemu dua orang satunya baik banget, tetapi karena dia agamanya beda dari gue, gue ngerasa ada penghalang aja. Sedangkan gue ketemu teman lain dia baik dan agama dia sama kaya gue jadinya lebih ramah gitu. Dan gue mengharapkan hal yang sama pada orang lain. Jadi ketika orang itu seagama ama gue, gue mengharapkan dia baik sama gue. Seperti itulah. Padahal sebenarnya gak boleh labelin orang. Iya nggak, Ko?”
“Ialah nggak boleh. Cuma yah sebagai manusia kita lemah, Jen. Dan sampai kapan pun di dunia ini yang kuat yang menang. Yang banyak uang yang berkuasa. Yah selama semua orang lebih ngejar hal duniawi sih. BTW balik ke Cather in the Rye. Menurut gue ini novel yang menawan. Gue membayangkan gue ada di posisi Holden. Kadang untuk menikmati hidup itu yah sesederhana membiarkan waktu berlalu. Jalanin aja. Walaupun banyak orang bilang hanya ikan mati yang mengikuti arus. Maksud gue kalau lo stuck dan nggak tahu mau ngapain dengan hidup lo yah bersikap lah seperti orang mati dan menyerahkan nasip lo pada semesta. Percaya atau nggak lo akan dituntut ke jalan yang benar. Sama kaya Holden yang menemukan apa yang dia inginkan akhirnya, setelah membiarkan waktu berlalu. Apa katanya. Kadang-kadang untuk mengetahui apa yang kita suka, kita lakukan apa yang tidak kita sukai hingga akhirnya kita tahu apa yang kita mau. Iya untuk tahu apa yang kita inginkan kita harus dikasih masalah dulu. Dalam karir misalnya lo dapat bos yang brengsek, itu buat lo belajar kalau jadi bos nggak sebrengsek itu. Atau dalam cinta. Gue yakin sekali dalam hidup seseorang dia akan patah hati. Nah patah hati itu bikin dia tahu apa yang dia inginkan dari sebuah hubungan. Jadi kalau lo ada masalah, bersukaria lah. Itu pertanda dari semesta bahwa lo akan menemukan apa yang lo inginkan dalam hidup.
“Fiuh iya lo benar, Ko. Buku ini emang keren yah.”
“Iya keren banget, Jen. Permasalahan yang dihadapi Holden dalam buku menggambarkan kehidupan manusia saat dia harus mandiri. Gue ngerasa Holden dikeluarkan dari sekolah itu semacam simbol ketika lo akhirnya keluar dari sekolah dan menghadapi dunia nyata. Pertemuan dengan dua biarawati katolik, agama. Dengan pelacur yang benama Honey itu, Seks. Dan ditutup dengan pertemuan dengan adik Holden. Keluarga. Iya tiga hal itu penting ketika lo mandiri. Agama, Seks, dan keluarga. Hahahha. Ngaco nggak sih gue?”
“Kenapa harus seks sih? Hahahah. Yang jelas buku ini emang juara yah, Kok.”
“Iya makanya gue mengharapkan semua orang membaca buku ini. Biar mereka tahu bahwa hidup yang mereka pikir biasa saja ini sebenarnya luar biasa bagi orang lain.”
“Jadi berapa bintang untuk buku ini Ko?”
“Lima dari Lima lah!”
***
Sampai Jumpa senin depan di Book with Joko yang lain😀

Rabu, 23 Maret 2016

Book with Joko - Sybil dan 16 Kepribadian


Halo selamat pagi!
Ini adalah rubrik baru di blog aku yang berisikan percakapan seru antara aku dan alter egoku Joko. Kamu mungkin bertanya siapa itu Joko? Joko itu yah adalah alter egoku. Dia adalah Kepribadian lain dalam diriku yang tercipta akibat kesukaanku menulis. Joko adalah teman ngobrol yang asyik. Dia seorang laki-laki yang tahun ini berusia 29 tahun.  Lahir bulan November. Seorang Scorpio. Pecinta kopi dan sunrise. Sarjana Filsafat. Penulis cerita mesum. Dan menyukai perempuan berdada rata.
Oke kembali ke Book with Joko. Ini adalah sebuah blogpost yang akan tayang seminggu/duaminggu   tentang percakapanku dengan Joko seputaran  Buku bernas yang kami nonton dan baca. Semacam review dengan gaya yang berbeda. Aku dan Joko akan berbicara segala sesuatu dengan frontal dan percayalah akan terbaca vulgar. Jadi kalau belum usianya ngomong seks, jangan baca yah. Buku pertama kami adalah Sybil dan 16 Kepribadian
Saya membaca Sybil dan 16 kepribadiannya sejak kemarin dan hari ini memutuskan berhenti di halaman 261 dari 481 halaman. Buku ini membuat saya bersedih. Ceritanya sendiri menarik tentang kepribadian ganda. Sybil perempuan kikuk dan sangat kurus ternyata memiliki 16 kepribadian. Vicky adalah kepribadiannya yang paling vocal. Namun ketertarikan saya membaca buku ini berhenti di halaman 261, tepatnya setelah selesai membaca alasan kenapa kepribadian Sybil terpecah. Sybil mengalami kekerasan mengerukan oleh Ibunya yg menderita Scizofrenia. Saya menghabiskan sejam lebih memaki Ibu Sybil. Perempuan itu memang brengsek. Joko datang dan kami berdiskusi tentang buku ini.
“Menurut gue Harniet itu perempuan brengsekk. Sumpah kesel gue ama dia, Ko! Dasar bangke!”
“Harniet? Hettie keles. Lu mah suka memperkosa nama orang.”
“Peduli amat siapa namanya. Sumpah yah gue nggak habis pikir kenapa Ibu Sybil bisa sejahat itu. Bayangkan Ko dia menaruh benda-benda mengerikan ke dalam vaginaa Sybil sejak anak itu berumur 2tahun sampai rahimnya rusak. Ibunya nyetrika si Sybil juga. Bahkan yg paling ngeri dia bkn tulang Sybil patah. Mengerikannn. Sumpah deh.”
“Yah gue juga sedih baca itu, Jen. Gue berduka untuk semua anak-anak yang dibesarkan dalam penderitaan. Anak-anak yg dipaksa dewasa sebelum waktunya.”
“Iyaa, gue bersyukur dibesarkan dengan baik oleh kedua orangtua gue. Gue akhirnya mengerti mengapa jadi seorang Ibu itu harus berpendidikan. Membesarkan anak itu tidak mudah.”
“Memang iya karena pada umur 1-5 tahun otak kita kebanyakan menyerap-menyerap. Di sinilah saat ketika 90% alam bawah sadar kita terbentuk. Alam bawah sadar adalah midal kepribadian lo. Kalau alam bawah sadar lo positif lo bahagia, kalau nggak yah sebaliknya. Makanya mereka yg mengalami trauma saat kecil cenderung mengalami gangguan jiwa.”
“Yaps setuju. Lo dikatakan sehat jika kondisi fisik dan mental lo sehat. Mental yg sehat itu ada beberapa kategori diantaranya lo mampu beradaptasi dengan lingkungan, emosi lo stabil, Lo nggak meledak-meledak, Lo memakai nalar dalam melakukan sesuatu. Di sini gue jadi mikir yg salah dalam kasus Sybil adalah bapaknya. Bapaknya gak aware sama Ibunya yg gila itu.”
Ya mungkin karena bapaknya tipe kaya gitu kali yah. Yang menarik dari buku ini adalah bagaimana si hetti itu digambarkan sangat sensitif. Gue rasa ini bisa jadii syarat utama ketika lo mau nikah. Jangan pernah menikahi orang yg super sensitif. Kasihan anak lo ntar dibesarkan dengan penuh amarah.”
“Iya yah. Orang yg terlalu sensitif itu nggak seimbang emosinya masuk satu kategori nggak sehat jiwanya. BTW ada satu hal yg pengen gue bahas, Ko. Tentang anak-anak yang melihat orang tuanya bersenggama. Sybil sering melihat inj kan?”
“Nah iya ini menjadi catatan penting buat orangtua. Tahan nafsu deh jangan sampai ML di depan anak-anak atau nggak kalau mau ML kunci kamar lo. Makanya senaiknya anak2 di atas umur 3 tahun tidur terpisah dr orangtuanya. Menyaksikan orangtua senggama di usia kanak2 terlalu sering bikin jiwa mereka terganggu.”
“Sampai di sini gue yakin banget loh untuk menunda nikah. Gue ngerasaa gue belum serap banyak ilmu untuk jadi Ibu. Gue nggak mau pas punya anak gue marah-marah apalagi mukul. Gue butuh belajar sabar. Mann jadi orangtua itu sulit.”
“Gue belum pernah jadi orangtua sih, Jen. Yang pasti menurut gue yah lo harus mempersiapkan banyak hal untuk jadi orangtua. Menikah bukan hanya berarti lo siap jadi istri, tapi lo harus siap jadi Ibu. Siap jadi Ibu bukan hanya siap hamil dan melahirkan yang sakit tiu tetapi benar-benar tahuu apa yng dilakukan untuk anak lo. Belajar sabar. Belajar psikologis mereka.  Belajar perkembangan mereka. Belajar apa yg paling dibutuhkan manusia yaitu cinta kasih. Makanya jadi perempuan itu gak hanya modal cantik, modal pintar juga. Karena itu adalah aset lo membesarkan anak-anak lo.”
“Iya Ko iyaa.”
“Kalau mau menikah please jangan hanya jadi istri yang baik saja, jadi Ibu yang hebat juga terutama.
“Lalu bagaimana menurut lo buku Sybil?”
“Buku wajib dibaca orangtuaa biar tahu gimana cara bener urus anak.”
Itu aja percakapan sama Joko. Sampai jumpa minggu depan.

Minggu, 03 Januari 2016

Pengalaman Membaca Semua untuk Hindia


Semua untuk India adalah buku yang saya baca bersama dengan Petra Book Club Ruteng.
Iksaka Banu bukanlah nama asing di dunia sastra Indonesia. Mengawali karir menulis cerpen remaja di majalah Ananda, kini berbagai cerita pendek yang ditulisnya dapat dijumpai di Horison, Koran Tempo, Metro, dan juga Femina. Semua untuk Hindia adalah Kumcer pertamanya. Banyak dari cerpen dai Kumcer ini telah diterbitkan majalah Tempo. 
Ada tigabelas cerpen di dalam kumpulan cerpen ini. Saya mencoba membuat review singkat dari ketiga belas cerpen tersebut.
  1. Selamat Tinggal Hindia, Berkisah tentang seorang wartawan yang mengunjungi, None Belanda yang dia sukai.
  2. Stambul dua pedang, Kisah tentang Nyai, istri seorang prajurit Belanda yang selingkuh dengan laki-laki pribumi. Pemain Stambul dan mantan wartawan.
  3. Air Susu dan keringat, Kisah tentang tentara Belanda yang pernah mencicipi air susu perempuan pribumi.
  4. Racun Untuk Tuan, Kisah tuan tanah Belanda yang harus menyepak gundiknya, karena kedatangan istrinya dari Belanda.
  5. Gudang nomor B12, Kisah hantu di sebuah Gudang yang ternyata adalah perempuan lepra
  6. Semua untuk Hindia, Kisah seorang wartawan Belanda yang resah melihat ulah tentara Belanda
  7. Tangan Ratu Adil, Kisah seorang Sersan Belanda yang harus menelan kekalahan, akibat ratu adil
  8. Pollux, Kisah Letnan Belgia yang ditangkap Belanda dan bertemu dengan Pangeran Dipenogoro.
  9. Di Ujung Belati, Berkisah tentang Sersan Belanda dengan pembantu pribuminya.
  10. Bintang jatuh. Kisah tentang Letnan Belanda yang menjalankan operasi pemusnahan Ras Tiongkok.
  11. Penujuk Jalan, Berkisah seorang dokter Belanda yang tersesat dan akhirnya dibantu Untung Suropati.
  12. Mawar di Kanal Macam, Kisah tentang seorang Letnan yang difitnah membunuh suami, kekasihnya.
  13. Sang Penabur,  Kisah tentang seorang novis yang melakukan perjalanan dengan seorang Pater, sambil mewartakan ajaran katolik di sebuah kapal Dagang.

Ketiga belas cerpen tersebut-sebut sama-sama bersetting antara tahun 1600- 1940. Dari ketika Cornelis De Houtman masuk ke Indonesia sampai kedatangan kedua Belanda setelah penjajahan Jepang.  Kala Indonesia masih menjadi Hindia dan tentara Belanda menguasai hampir semua penjuru Nusantara. Ketiga belas cerpen itu semuanya menggunakan POV orang pertama, dengan tokoh yang berbeda. Kebanyakan tokoh adalah tentara Belanda, kecuali Stambul dua Pedang (seorang Nyai), Selamat Tinggal Hindia dan Semua Untuk Hindia (Wartawan), Poloux (Tentara Belgia,) dan Sang Penabur (seorang Novis). Ketiga belas cerpen  di buku ini semuanya berlatar sejarah. Sejarah yang pahit. Setuju dengan perkataan Nirwan Demanto yang menulis kata pengantar di awal buku. 
“Jika teh manis tetaplah harus mengandung pahit supaya tak kehilangan rasa teh, begitu juga dengan cerita yang kita baca dalam bukunya.”

Ada tiga cerpen yang akan saya bahas lebih lanjut, karena memberi saya suatu pengalaman baca yang luar biasa dan membuat saya berpikir panjang. Cerpen yang bagus adalah cerpen yang membuatmu merenung.
Cerpen pertama, Selamat Tinggal Hindia. Ini adalah cerpen pembuka di Kumcer ini. Aku adalah seorang wartawan Belanda yang  kembali ke Indonesia pada tahun 1940an untuk mencari seorang None Belanda yang disukainya.  Nona Belanda  bernama Geertje itu kemudian diketahui berbalik mendukung Indonesia. Saya merasa ini pembukaan cerpen yang luar biasa. Benar-benar menampar saya telak. Walaupun Iksaka Banu tidak secara detail menjelaskan tentang kondisi paska kekosongan kekuasaan Indonesia di masa ini, saya seperti melihat paradox yang miris. Indonesia sudah merdeka, tapi kemerdakaan itu malah membuat semua orang melupakan kemerdekaan dan mulai menjarah sana-sini. Pahit yang pertama. Pahit yang kedua ketika mengetahui si None itu mendukung Indonesia. Saya tersentak, sebuah pertanyaan mendasar : “Kapan saya melakukan sesuatu untuk Indonesia?” tiba-tiba bergema di benak saya salah suatu perasaan yang ganjil. Semuanya berpusat pada satu hal, apa sih yang telah saya lakukan untuk Indonesia? Ini sebuah pertanyaan yang saya rasa tidak membutuhkan jawaban, tetapi pembuktian. Saya berasumsi, Iksaka Banu ingin menegur manusia Indonesia jaman sekarang yang telah buta oleh kebebasan dengan tulisan
“Selamat Tinggal Hindia, Selamat Satang Republik Indonesia”


Cerpen kedua, Racun untuk Tuan. Ini kisah seorang kepala perkebunan yang menghabiskan hari terakhirnya dengan Gundiknya, Imah. Selama bersama, si Tuan ini selalu curiga si Imah ini mungkin menyimpan racun di kopi yang biasa dia minum. Istri sah si tuan datang dari Belanda dan dia harus mendepak si Imah. Cerpen ini membuat saya mau tak mau berpikir tentang poligami. Tidak dapat dipungkiri praktik poligami Indonesia sudah ada sejak jaman penjajahan. Banyak sekali perempuan pribumi yang rela menjadi gundik dan ditinggal ketika para tentara atau pegawai Belanda itu kembali. Mungkin  inilah yang membekas di benak para pria pribumi karena sampai sekarang di beberapa daerah, Perempuan masih dikategorikan manusia kelas dua dan maraknya praktek poligami. Sayang benar, 360tahun menjajah Indonesia, Belanda hanya menurunkan hal buruk saja seperti korupsi, poligami, kekerasan, suka mabuk-mabukan. Sifat Imah yang nerimo membuat saya kesal dan menyadari itulah permasalahan utama dari isu kesetaraan gender di negeri ini. Perempuan menerima dengan lapang dada derita yang dia alami. Yang jelas, sikap pasrah Imah membuat saya mengutuk sikap pasrah perempuan yang rela diperlakukan tidak adil. Saya rasa saya memang telalu berlebihan mengkaji cerpen ini. Mungkin ketika kau mulai peduli pada isu feminism, fiksi tentang hal tersebut membuat kau berpikir dalam. Yang jelas cerpen ini membuat saya banyak merenung, terutama tentang Imah-imah yang masih hidup di masa sekarang. Imah yang pasrah saja diperlakukan tidak adil oleh laki-laki.
Cerpen ketiga, Sang Penabur. Alasan menyukai cerpen ini adalah karena saya Katolik. Sebejat-bejatnya orang Belanda itu, mereka mengingat Tuhan. Lucu juga sih mereka menjajah negara lain, merampas hak asasi manusia, dan seolah tahu perbuatan mereka dosa mereka mendatangkan Pastor-pastor atau pendeta-pendeta dari tanah mereka Ke Indonesia. Berharap Tuhan mengampuni apa yang mereka lakukan dengan menyebarkan ajaran Tuhan. Saya menyukai cerpen ini karena tokoh Paternya. Si Pater Van Der Gracth yang cerewet bukan main. Mengatasnamakan Tuhan di atas segalanya. Menjadikan agama itu penting dan mengkafirkan orang lain. Yaps ini wajar karena pada tahun kejadian, belum ada konsili vatikan kedua, belum ada pembaharuan di gereja katolik. Iksaka Bana dengan jeli melihat dampak kedatangan Belanda, salah satunya yah dengan agama ini. Cerpen ini pantas benar diletakkan paling terakhir. Dibuka dengan tamparan keras tentang nasionalisme dan ditutup dengan perenungan dalam soal spiritual. Great job, Mr. Iksaka.

Secara keseluruhan ketigabelas cerpen dalam  Kumcer ini menawan. Iksaka menghadirkan hal baru dalam sastra Indonesia. Saya tidak belajar Sastra Indonesia secara khusuk. Namun yang jelas ide tentang mengangkat setting penjajahan Belanda adalah ide yang luar biasa. Yaps banyak sekali kisah yang bisa terjadi dan Iksaka jeli melihat hal itu. Sejujurnya saya sendiri muak juga membaca rubrik cerpen di koran sekelas Kompas, Tempo dan lain-lain akhir-akhir ini. Semuanya bertema kritik social, entah itu mengkritik cara hidup masyarakat Indonesia, cara pemerintahan jokowi atau SBY,TNI/Polri, dan lain-lain. Iksaka Bana dengan setting Hindia Belanda seumpama oase di tengah egersangan ide literature. Uniknya kita selalu bisa mengaitkan peristiwa yang terjadi di cerpen-cerpennya dengan peristiwa yang terjadi dengan hal sekarang. Yah memang kita selalu belajar dari sejarah dan Bung Karno tahu itu sejak lama. Yang jelas Iksaka adalah pencerita ulung.
Saya merasa kumpulan cerpen ini layak mendapat empat bintang. Saya ingin memberi lima bintang sih, tapi saya bosan di beberapa cerita. Jadi yah saya rasa empat bintang cukup. Buku yang menarik.
(Ajen Angelina)


Keterangan Buku
Judul Buku : Semua Untuk Hindia
Penulis : Iksaka Banu
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun Terbit : 2014

Selasa, 03 November 2015

Mengenal Aomame dan Tengo di 1Q84


    Judul Buku : 1Q84
    Terbitan Pertama: 29 Mei 2009
    PengarangHaruki Murakami
    Genre: Sejarah alternative
    Penerjemah : Jay Rubin

Saya menyelesaikan membaca 1Q84 beberapa minggu lalu dan baru menuliskan ulasannya sekarang. Semua dimulai dari klub buku online yang saya gagas bersama beberapa teman-teman yaitu 1Q84 book club. Klub buku itu bernama demikian, karena kami membaca 1Q84 sebagai buku pertama. Berbicara soal buku pertama, 1Q84 adalah buku pertama Murakami yang saya baca.
Murakami Haruki adalah seorang penulis Jepang yang terkenal dengan novel-novel surealisnya. Saya bukan penggemar novel surealis, jadi saya memutuskan menjauhi novelnya selama 24tahun saya hidup. Namun semua berubah ketika negara api menyerang, eh maksudnya ketika saya menemukan 1Q84 di rak buku milik ka Julie.  Saya memutuskan membaca beberapa halaman dan tebak apa, saya langsung jatuh cinta pada cerita ini.
1Q84 berkisah tentang Aomame, seorang perempuan Jepang yang tampak biasa-biasa saja di tahun 1984. Dia adalah seorang instruktur beka diri di sebuah gym yang juga merupakan seorang pembunuh. Aomame terutama membunuh laki-laki yang melakukan KDRT. Profesi rahasianya itu didanai oleh seorang janda tua kaya yg juga orang terdekat Aomame. Suatu kali saat melakukan tugas Rahasia Aomame mengikuti saran sopir taksi yang membuatnya memasuki dunia baru. Dunia 1Q84. Dunia penuh tanda tanya. Dunia dimana ada dua bulan. Dunia yang diatur oleh Little People.
Selain Aomame ada juga Tengo, seorang guru matematika yang juga penulis. Suatu kali dia diminta sahabatnya yang seorang editor untuk menulis sebuah novel dengan 
judul Air Chrysalis karangan Fukada Eri. Fukada eri ini gadis berusia 17 tahun yang menarik. Atas persetujuan Fuka Eri, Tengo mukai menulis novel itu. Novel yang berkisah tentang gadis kecil dan little people. Tanpa disadari dunia Tengo juga mulai berubah termasuk dua bulan di langit malamnya. Dunia yang dinamainya Cat Town.
Kisah Tengo dan Aomame terus bergulir hingga tiba satu titik mereka saling terhubung dan menemukan. Ini adalah sebuah kisah cinta yang unik. Kamu harus membacanya. Saya tidak akan menggali lebih dalam soal hal lain, kecuali karakter. Menggali karakter adalah tugas saya untuk 1Q84 book club. Maka baiklah  saya akan membahas dua tokoh utama Aomame dan Tengo.

Aomame 
Aomame adalah salah satu tokoh sentral di novel ini. Dia berusia 29 tahun. Tubuhnya kurus dan ramping, berkat latihan. Dadanya rata, rambutnya panjang, dan secara fiksi dia cukup menarik. Sehari-hari Aomame bekerja sebagai seorang instruktur material arts di sebuah Gym. Beberapa kali dalam sebulan dia akan memberi latihan di rumah seorang janda. Dia memiliki masa kecil yang buruk. Ibu dan Ayahnya adalah penganut sebuah perkumpulan agama. Dia dibesarkan dengan keras dan membuatnya muak. Saat kuliah dia memutuskan pergi dari rumahnya dan melakukan segala cara untuk mendapatkan uang. Menurut aku pribadi, Aomame adalah seorang INTJ, dia adalah seorang introvert sejati, dilihat bagaimana dia lebih menyukai kesendirian daripada keramaian. Dia bahkan tertutup pada dua sahabatnya. Dia juga pemikir yang handal dan suka membaca buku. Aku menyukai karakternya yang tenang dan benar-benar melakukan sesuatu mengikuti intuisinya. Dia juga ceplas-ceplos dan tak segan mengutarakan keinginnannya dengan frontal. Yang paling penting Aomame  tidak peduli apa kata orang tentang dirinya. Dia melakukan segala sesuatu yang dia sukai, bukan orang lain sukai.  Dia juga mengenal dirinya dengan baik dan mencintai tubuhnya. Aomame selalu menjaga makanan yang dia makan, tapi ada masa dimana dia menghabiskan waktu makan makanan berlemak. Dalam hal ini saya dengki pada tekadnya untuk menjaga tubuhnya.

Aomame menyukai pria paruh baya yang kepalanya sudah mulai botak. Dia suka having seks dengan laki-laki yang memiliki kepala  seperti Sean Connery
Ada sebuah adegan yang bikin saya terbahak-bahak jika mengingatnya.

Aomame senang sekali melakukan one night stand, apalagi ketika habis membunuh orang. Suatu waktu dia bertemu seorang laki-laki paruh baya yang sesuai seleranya. Hal pertama yang dia katakan..
“Apa kau memiliki penis yang besar?”
Perempuan macam apa yang menanyakan hal seperti ini di kencan pertama. Hahahahahaha…
Kemudian setelah mereka menyewa sebuah kamar hotel,  saat Aomame membuka satu persatu kancing bajunya dia berkata

“Maaf kalau payudaraku kecil. Aku sudah memaksa kau memiliki penis yang besar dan sebagai balasan aku mendapatkan dada rata ini.”
Di sini saya bisa melihat bahwa Aomame mencintai dirinya dan melihat kekurangannya sebagai satu hal dalam dirinya yang dia terima dan ingin orang sukai. Prinsip wanita cerdas.
Tengo
Tengo berusia sama dengan Aomame. Dia adalah pria yang cerdas sejak SMA. Dia adalah guru Matematika di sebuah sekolah khusus putri. Dia suka membaca terutama buku klasik seperti Chekov dan beberapa buku lain. Tengo juga suka mendengarkan musik barat. Dia memiliki masa kecil yang buruk. Dia memiliki ingatan tentang seorang laki-laki yang menyusu pada Ibunya. Ingatan yang membuat dia mengalami kelumpuhan jika mengingatnya. Ayah Tengo adalah seorang petugas pengumpul uang iuran NHK. Setiap hari Minggu dia akan mengajak Tengo berjalan kaki mengetuk rumah ke rumah. Hal itu meruoakan kepedihan tak terhingga bagi Tengo. Ketika dewasa dia bahkan mengalami phobia pada hari minggu. Tengo adalah salah satu karakyer yang akan aku pacari di dunia nyata. 1Q84Aku dan Tengo cocok banget. Kami sama-sama suka membaca buku sastra. Dia tinggi besar dan aku pendek mungil: Perbaikan Keturunan, Dia seorang guru matematika yang cerdas dan sejak dulu aku lemah matematika jadi kami bisa saling melengkapi.  Dia smart dan pintar diajak ngomong dan dalam buku dia juga digambarkan sebagai laki-laki yang senang mendengar. Akan sangat menyenangkan merebahkan kepala di dadanya dan menceritakan keluh kesah yang terjadi dalam hidupkku. Dia tak digambarkan tampan sih. Namun Memasuki pertengahan duapuluh kau akan mendapati dirimu memilih pria yang berkarakter, senang mendengar, dan baik hati ketimbang tampan. Apalah guna tampang kalau sifatnya jelek dan selalu mau menang sendiri?
Tengo berpacaran dengan seorang perempuan beristri yang posesif. Pacarnya itu datang setiap hari jumat ke apartemennya.

Secara garis besar Murakami menggambarkan kedua tokoh utama dengan sangat jelas dan padat. Kita bisa merasakan kedua karakter hidup dan membimbing kita mengikuti alur cerita. Aku membayangkan Murakami menyusun kedua tokoh ini dengan teliti. Memberi mereka nafas dan takdir. Yang jelas ada perbedaan antara karakter antara Aomame di awal dan Aomame di ending pun juga Tengo. Kedua karakternya adalah karekter hidup. Memang benar novel yang bagus adalah novel dengan karakter yang kuat. Sama seperti hidup bukan? Hidup yang baik adalah hidup mereka yang berkarakter.
Ada satu hal penting yang aku tangkap dari novel ini tentang karakter. Dua tokoh utama kita memiliki masalah besar saat kecil. Tengo dan Aomame memiliki masa kecil suram. Mereka bisa saja tumbuh menjadi orang dewasa yang depresi. Namun ada satu hal yang menyelamatkan mereka yaitu buku. Yaps mereka rajin membaca dan rajin itu membuat karakter mereka bisa mengendalikan depresi dengan baik. Pesan dari Harukami secara implisit
Rajinlah membaca dan jadikan dirimu kaya.

Lima dari lima bintang untuk novel kece ini.

Selasa, 18 Agustus 2015

Menikmati Norwegian Wood

Setelah menghabiskan tiga hari membaca Norwegian Wood, saya memutuskan novel ini adalah novel terbaik Murakami. OK, agak berlebihan sih, karena baru baca dua karya dia (Yang pertama 1Q84) Yang jelas novel setebal 283 ini memberi saya pengalaman baca yang luar biasa.  Saya akan spoiler di ulasan ini. Jadi kalau kamu belum membaca Norwegian Wood, jangan baca lebih lanjut, yah.

Norwegian wood berkisah tentang seorang pria bernama Toru Waranabe, INTJ sejati, yang membayangkan cinta di masa lalu ketika dia masih menjadi mahasiswa. Kala Toru tinggal di sebuah asrama di Tokyo dan mencintai dua orang perempuan dengan sifat berbeda. Naoko si INTJ sejati yang penuh luka batin dan Midori si ESPV  yang ceria. Kedua perempuan itu memberi warna pada kehidupan Toru. Namun yang jelas tak ada satu pun perempuan yang membekas dalam ingatannya seperti Naoko.
Naoko adalah kekasih almarhum sahabat Toru, Kizuji  yang bunuh diri saat mereka berumur tujuh belas tahun. Keduanya bertemu kembali setelah setahum kematian Kizuki. Sejak saat itu mereka bertemu setiap hari minggu hingga puncaknya ketika Naoko menyerahkan keperawanannya pada Toru. Setelah itu perempuan itu menghilang.
Abesnnya Naoko dari hidup Toru membuat dia nelangsa. Dia pun mengikuti ajakan temann  Nagasawa untuk melakukan petualangan seks semalam. Nagasawa orang yang unik, suka membaca novel yang penulis sudah mati kurang lebih 50tahun. Ah iya ada perkataan dia yang jadi favorit sayaa

If you only read the books that everyone else is reading, you can only think what everyone else is thinking.

Di antata kehilangan Naoko, Toru mengenal Midori teman sekampus yang mengambil drama bersamanya.  Midori adalah perempuan yang ceria. Mereka banyak membicarakan seks, karena Midori dulunya SMA di sekolah khusus putri. Kehadiran Midori sedikit membuat kehilangan Naoko terobati hingga kemudian Toru tahu Naoko masuk RS Jiwa. Perempuan itu mengalami halusinasi parah mendengar Kizuki memanggilnya.
Siapa kemudian yang dipilih Toru? Baca sendirilah!

Norwegian Wood adalah novel spesial untuk saya. Butuh dua minggu untuk melepaskan diri dari kisah ini. Buku yang habis saya baca, saya merasa galau.
"Gimana gue bisa melanjutkan hidup setelah ini?"

Di novel ini, seperti biasa Murakami begitu detail menggambarkan scene per scene. Karakter per karakter. Dann hasilnya hal tersebut melekat di otakk saya. Adegan seksnya juga sangat seksi. Favotit saya waktu Naoko berdiri telanjang di hadapan Toru ketika Toru mengunjunginya di RSJ.Inti dari novel ini, menurut saya adalah bagaimana menghadap masalah. Toru adalah contoh mereka yang menghadapi masalah dengan menikmatinya; dia menganalisaa setiap trauma yang dia hadapi sampai masalah itu menjadi temannya hingga kemudian dia bosan dengan temannya itu dan meninggalkannya. Midori menghadapi masalah dengan membuatnya sebagai lelucon,  menertawakannya, kemudian pergi. Naoko menghadapi masalah dengan menyalahkan dirinya hingga masalah semakin besar dan membunuhnya. Banyak yang bilang ending dari novel ini menggantung. Namun bagi saya sangat jelas. Toru akhirnya tahu siapa yang dia pilih. Itulah tujuan novel ini ditulis.
Yang jelas novel ini mengajarkan banyak hal. Salah satunya adalah hadapilah masalah dengan keyakinan dia akan segera selesai. Yang jelas ini novel paling berkesan yang pernah saya baca. Kalau kamu mengalami krisis seperempat abad; seperti kehilangan passion, mempertanyakan jati diri, kebingungan kerja dan jodoh.  Bacalah buku ini!

Identitas Buku
Judul Buku : Norwegian Wood
Pengarang : Haruki Murakami
Penerbit : Random House USA
Penerjemah : Jay Rubin
Tahun terbit : 2001

Sabtu, 04 Juli 2015

Dari Blogger untuk Gagas Media

Selamat ulang tahun Gagas Media. Ciyee udah duabelas tahun ajaa..
Aku ikut memeriahkan ulang tahunmu dengan menjawab duabelas pertanyaanmu yah. Enjoy...

1. 12 buku yang membuatku terkesan...

1. 1Q84 - Haruki Murakami
Suka banget sama karakter Aomame dan Tengo. Karakter terbaikk yang pernah ada.

2. The Alcheimist - Paulo Coelho
Lewat buku ini aku belajar untuk keluar dari kotak nyaman dan mengikuti kata hati.

3. Never Lost Faith - Mitch Albom
Buku ini mengajarkan aku lebih jauh tentang betapa Tuhan sayang banget sama kita manusia.

4. One More Day - Mitch Albom
Buku ini membuat aku menyadari betapa Ibu kita sayang banget sama kita.

5. Jomblo - Adithya Mulya
Ini novel komedi terbaik di Indonesia. Aku suka percakapan antara para tokoh yang mengalir indah. Suka banget sama Agus dan ketololannya mengejar cinta.

6. Tell me your dream - Sidney Sheldon

Twist dalam novel bisa sekeren ini. Sukaaa...

7. Murjangkung - AS Laksana
Bagus banget twistnya... Bikin aku terpacu menulis cerpen  keren.

8. Koala Komal - Raditia Dhka
Koala Kumal. (Bisa baca review aku di sini)
ini adalah buku yang aku baca di saat yang tepat jadi mengena abis. Aku bukan fan Raditya dan sejujurnya genre begini not my cup of tea. Namun ketika membaca buku ini aku sedang patah hati, jadi feelnya dapat bangettttt...ditambah lagi Radit udah mulai dewasa banget tulisannya. Aku juga ingat sebuah pepatah lama.
Kalau kamu bisa menemukan humor di setiap situasi sulit yang kau hadapi, kau menang.
Dalam buku ini Radit mencoba melihat humor di hidupnya dan yah dia berhasil. Berhasil membuat saya tertegun lama. Ini buku  terbaik punya Radit. Cocok untuk dibaca ketika kau kehilangan kendali atas hidup menjadi orang dewasa yang susah.

9. The God Father - Mario Puzo
Likaliku keluarga mafia yang bikin WOW.

10. The Beautiful Liar - Diah Riny
Teenlith terbaik Indonesia yang pernah kubaca.

11. Pengakuan Eks Parasit Lajang - Ayu Utami

Buku yang membuatku makin mengenal diri sendiri.

12. Pulang - Leila S Chudori
Bikin akuu pengenn belajar mendalam tentang G30SPKI

2. Buku yang pernah membuatku menangis.

One More Days - Mitch Albom
Berkisah tentang seorang pria yang berkesempatan bertemu dengan Ibunya sekali lagi. Waktu baca buku ini Mamaku di Flores dan aku di Jakarta. Aku membayangkan gimana kalau Mamaku meninggal dan sedih banget menyadari selama ini aku belum banyak membahagiakan Mamaku. Mitch membuat aku kangen Mama banget. Mewek deh...

3. Kutipan buku paling berkesan

"Kalau kau mengingikan sesuatu, seluruh alam semesta akan berusaha membantumu meraihnya" Paulo Coelho, The Alchemist

4.Tokoh di dalam buku yang ingin aku pacari.

Tengo - 1Q84
Aku dan Tengo cocok banget. Kami sama-sama suka membaca buku sastra. Dia tinggi besar dan aku pendek mungil: Perbaikan Keturunan, Dia seorang guru matematika yang cerdas dan sejak dulu aku lemah matematika jadi kami bisa saling melengkapi.  Dia smart dan pintar diajak ngomong dan dalam buku dia juga digambarkan sebagai laki-laki yang senang mendengar. Akan sangat menyenangkan merebahkan kepala di dadanya dan menceritakan keluh kesah hang terjadi dalam hidupkku. Dia tak digambarkan tampan sih. Namun Memasuki pertengahan duapuluh kau akan mendapati dirimu memilih pria yang berkarakter, senang mendengar, dan baik hati ketimbang tampan. Apalah guna tampang kalau sifatnya jelek dan selalu mau menang sendiri?

5. Ending buku yang selalu aku ingat.

Kala Kali - Vabyo & Windy Ariestanty.
Endingnya menjengkelkan banget. Kita udah bertualang bersama Kali dan tahu-tahu endingnya gituu.. Apa yahh kesel ajaa pengen marahin  penulisnya. Karena ini buku terbitan Gagas aku marahin aja gagasnya kok bisa bikin ending kaya gitu huft. Namun yah itu karena endingnya greget jadi keingat teruss ajaa sih. Kalau kamu penasaran sama ending novel ini baca aja. Aku gak akan mau spoiller gimana ceritanya. Dijamin kamu akan terus mengingat endingnya. Percaya deh.

6. Buku Gagas yang pertama Kali dibaca dan mengapa?

Jomblo-Aditya Mulya
Baca pas kelas dua SMA. (2009) mengapa naca ini? karena dikasih teman. Dan memang jadi Suka bangettttt... Aku suka humornya. Suka tokohnya terutama si Agus dan endingnyaa hahahaha ini adalah salah satu ending terbangke yang pernah kubaca. Namun yah memang hidup gituuuu... Gak selamanya bahagia tapi akan selalu ada hal yang dipelajari. Buku terbaik yang pernah diterbitin Gagas.

7. Judul buku paling berkesan

Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh diri.
Judulnya panjang, tapi berkesan. Waktu dengar judul buku ini aku langsung pengen membacanya. Bisa kutebak ini adalab buku tentang jatuh cinta yang tak berhasil. Dan memang Jatuh Cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri. Pernah jatuh cinta? Rasakan sendiri deh.

8. Cover buku yang disukai

Selingkuh - Paulo Coelho
Sebuah sampul putih dengan dua tiga buah chery. Minimalist art banget sampulnya dan mengandung arti judulnya sendiri. Tiga buah cherry. Tahu kan kalau kita mau tulis lambang cinta < + 3 lebih kecil dari 3 yaitu dua. Cinta adalah antara dua orang. Tiga Chery ini menandakan tiga orang. Konsep yg keren.

9.Tema yang disukai

Tema yang kusukai adalah cerita yang menginspirasi. Aku suka baca buku yang selesai membacanya aku mendapat hal penting dari dalamnya. AKu juga suka tema keluarga.

10. Penulis yang ingin kutemui

Penulis yang ingin kutemui adalah Sidney Sheldon. Saat bertemu dengannya aku akan bertanya bagaimana trik untuk menjadi penulis yang memukau pembaca dengan tokoh luar biasa keren. Aku juga akan bertanya bagaimana pendapat dia tentang buku-buku apa yang harus dibaca seorang calon penulis.

11. Memilih ebook atau buku cetak?

Aku adalah seorang pembaca buku. Tak masalah apakah itu ebook atau buku cetak. Aku bisa menghabiskan waktu seharian membaca ebook dan buku cetak. Jadi ebook atau cetak tak masalah karena apa yang ditulis itu yang penting. Aku mengoleksi buku ebook yang kalau dibeli buku cetaknya mahal. Kaya buku tulisan sastrawan dunia terkenal. Intinya dua-duanya bagiku tak masalah.

12. Dua belas kata untuk GagasMedia

Teruslah menginspirasi dan menghibur pembaca dengan novel romance dan komedi terbaik Indonesia.
       

Selasa, 23 Juni 2015

Sang Alkemis : Sudahkah Kamu Keluar dari Zona Nyamanmu?

Judul buku : Sang Alkeimis
Pengarang : Paulo Coelho
Penerbit : Gramedia

Saya membaca buku ini karena suara hati. Untuk mengerti ini, saya harus menceritakan asal mula saya mendapatkan buku ini dan hubungan saya dengan Paulo Coelho.Saya membaca buku Paulo Coelho pertama kali tahun 2008. "Di tepi sungai Piedra, aku duduk dan menangis"Saya lupalupa ingat kisahnya tentang apa, kalau tak salah tentang seorang perempuan yang mencintai seorang pastor. Saat itu entah mengapa saya tak begitu sukaa sama Paulo Coelho. Tahun 2009, sahabat saya Vian Budiarto memberikan saya Sang Alkeimis, waktu itu dia masih jadi Frater di OFM-Depok dan saya berkesempatan mengunjunginya. Saat itu saya membaca buku ini hanya sampai halaman lima dan menaruhnya kembali. Kisah tentang seorang gembala sama sekali tidak menarik.  Saya pun enggan membaca buku Coelho lainnya, kecuali 11 minutes kisah keren tentang Maria si pelacur Brasil. Berbagai orang sudah menyuruh saya membaca "sang alkeimis" terutama Kak Eka Elika yang menobatkan diri sebagai pecinta Coelho. Ka Eka bahkan menemukan dirinya di buku ini.Intinya buku ini tetap berada di rak saya tanpa saya sentuh sejak 2009.

Hidup Saya berlalu begitu saja, saya banyak mengalami hal-hal dari Jatuh cinta, patah hati, hilang kepercayaan,  terjebak pada cinta rumit, lulus kuliah, jadi sarjana, praktik ners di rumah sakit, bekerja, resign, jobless, quater life cirisis, dan quater life crisis. Selama kurun waktu itu saya membaca banyak sekali buku motivasi dann saya belajar untuk berpikir positif dan mempertajam alam bawah sadar. Ketika mengepak buku dari Depok ke Ruteng, Mei lalu saya kembali menemukan The Alchemist di tumpukan buku saya. Buku ini telah saya miliki selama 6 tahun tanpa sedikitpun saya baca. Saya teringat percakapan panjang dengan Ka Eka yang terinspirasi dari buku ini. Beberapa orang bilang ini buku tentang berpikir positif dan mempercayai suara hati. Seperti yang saya bilang, saya sedang mengalami Quater life crissis dan suara hati saya seperti tergugah mendengar buku ini. Seminggu belakangan, suara hati saya terus menyuruh saya membaca buku ini. Hari ini akhirnya saya berkesempatan membacanya. Selama dua jam buku ini lahap saya baca dan memang ada buku yang memberimu arti mendalam, karena kau membacanya di saat yang tepat.

Sang Alkemis berkisah tentang seorang anak gembala yang bermimpi memperoleh sebuah harta karun di Piramida Mesir. Mimpi itu ada terus dan mempertemukannya pada seorang pria tua. Pria tua itu menyuruhnya untuk mengejar mimpi agar mendapatkan harta itu. Dengan keyakinan penuh si anak gembala menjual 60dombanya dan berkelana menuju Mesir yang penuh gurun. Banyak sekali halangan hingga akhirnya dia bertemu Fatima, perempuan arab yang cantik di sebuah oase. Si anak gembala tahu hidupnya belum sempurna sebelum menemukan takdirnya, takdir yang kemudian membawanya bertemu seorang Alkemis bijaksana. Lalu apakah si anak akan menemukan harta karunnya? Bacalah buku ini! Sangat rekomended apalagi kalau kau sedang kehilangan arah.

Buku ini adalah salah satu buku berarti dalam hidup saya. Saya belajar banyak tentang kehidupan. Saya berkesimpulan Coelho ingin mendakwah orang-orang untuk keluar dari zona nyaman dan hidupkanlah hidupmu. Anak gembala adalah saya, kamu, dan kita. Mimpi si anak gembala adalah tujuan, takdir, yang ingin kita capai. Di buku ini Coelho mengartikan takdir sebagai sesuatu yang kita capai. Semacam tujuan hidup bukan hal yang ditentukan. Dalam hal ini saya setuju. Harta karun adalah dunia di zona kotak nyaman kita. Dan memang kau tidak akan menemukan harta karun di dalam zona nyamanmu.  Banyak orang yang menyerah mencari takdir hidupnya dan memilih puas di zona nyaman mereka, orang seperti adalah orang yang pasti suka rempong ketika orang lain berani keluar dari kotak nyamannya. Pernahkah kamu berbincang-bincang dengan orang pesimis yang bilang...

"Dia mah gilaa, masa ninggalin kerjaannya yg  oke di perusahan asing X hanya untuk jadi guru?"

Iyaa ini adalah bentuk pernyataan mereka yg kesal karena orang lainn berani keluar dari zona nyaman mereka. Atau jangan-jangan kamu suka nyinyir lihat orang mengambil keputusan yang kamu pikir "bodoh"Itu pertanda kamu mulai enggan hidup di zona nyamanmu tetapi takut untuk keluar.

Nah apa itu zona nyaman? Zona nyaman adalah dunia dimana kamu merasa semua baik-baik saja. Pekerjaan yang baik, hubungan yang oke, hobby yang menyenangkan. Zona tidak nyaman adalah hal yang membuat kau tidak nyaman misalnya single padahal usiamu hampir kepala tiga, berpergian sendirian, dan apapun. Cobalah untuk pergi ke dunia tak nyaman itu. Saya mencobanya minggu ini. Menurut saya berjalan keliling Ruteng jalan kaki adalah hal yang aneh. Saya mencobanya dan hey saya banyak mendapat hal menarik seperti tersesat di perpustakaan daerah dan membaca buku keren.

Selain keluar dari zona nyaman, Coelho medakwah untuk mengikuti kata hatimu . Saya sadar bahwa ketakutan, tidak percaya diri, mengutuk diri sendiri adalah beberapa hal yang membuat saya buta terhadap suara hati saya. Saya memulainya dengan menerimaa segala hal itu. Dan memang akhir-akhir ini suara hati saya mulai berbicara. Walaupun ada beberapa waktu saya mengabaikannya.Intinya ini buku bagus. Menguatkan kita semua untuk menemukan arti hidup. Buat kamu yang menyempatkan diri baca postingan ini, tanyakan pada dirimu apa takdirmu? Apa tujuan hidupmu? Apa kau sudah menemukannya?Saya mengetahui takdir saya dan sedang berusaha keras mencapainya.  Melalui buku ini Coelho menyampaikan pesan primitif yang kita semua sudah tahu.Hiduplah untuk hari ini dan yakinlah kau akan mencapai kesuksesan!Nikmati matahari hari ini, hubungilah kedua orangtuamu atau saudaramu dan katakan mereka berharga, nikmatilah waktu bersama sahabatmu, katakanlah pada pasanganmu, kamu beruntung memiliki mereka, atau jika kau single nikmati hidupmu bacalah banyak buku atau travelling kemanapun. Karena jika kau tak menikmati saat ini, suatu saat kau akan menyesal telah membuang waktu dengan penyesalan.

Terakhir dan tak kalah penting, lewat buku ini, Coelho ingin agar kita pembacanya memelihara keyakinan teguh agar kita bisa memperoleh kesuksesan. Yakinlah kau bisa mencapai apapun yang kau inginkan.Mengutip buku ini

"Jika kau menginginkan sesuatu, semesta akan membantumu mewujudkannya!

"Hidup, nikmati,  yakin, dan bersyukur!

Kamis, 04 Juni 2015

(Review) 1Q84 (buku 1) by Haruki Murakami

Judul : 1Q84
Penulis: Haruki Murakami
Tahun terbit : 2011
Penerbit : Alfred A. Knopf, Random House USA
Penerjemah : buku 1 Jay Rubin

Saya baru saja menyelesaikan buku satu 1Q84 dan harus menulis reviewnya. Alasannya karena blog saya ini sudah lama sepi dari review buku. Dan sebagai anggita BBI, kau tak boleh membiarkan blognu sepi dari postingan. 1Q84 adalah novel karangan penulis ciamik Jepang. Haruki Murakami. Dia adalah salah satu penulis terkenal yang karyanya sudah diterbitkan dalam 40 bahasa.  Ini adalah novel pertamanya yang saya baca. Kebetulan 1Q84 adalah buku bacaan pertama di klub buku online 1Q84. Dan banyak orang menyarankan saya membaca bukunya yang lain seperti Norwegian Wood atau Kafka on the shore.

1Q84 dibuka dengan seorang perempuan bernama Aomame, usianya akhir 20an, cukup menarik, berdada rata, seorang instruktur beladiri, yang sedang berada di dalam sebuah taksi untuk sebuah pertemuan "bisnis" Karena sedang ada kecelakaan dna lalukintas macet, sipir taksi menyarankan Aomame untuk menaiki tangga darurat di jalan tol yang membawanya ke jalan di atas tol. Aomame yang tak Ingin telat menaiki tangga itu dan sejak itu hidupnya berubah. Dia berada di dunia asing dimana ada dua bulan di atas langitnya.  Aomame menamai dunianya 1Q84.

Kisah bergulir ke arah Tengo, guru matematika berusia akhir 20an, berbadan besar, bertampang lunayan, dan juga suka menulis. Atas desakan temannya Komatsu, dia menjadi ghost writer sebuah novel  berjudul Air Chrysalis. Novel itu ditulis oleh seorang gadis 17 tahun bernama Fuka Eri yang ayahnya adalah pemimpin sebuah perkumpulan bernama Sakikage.

Tengo dan Aomame menjalani hidup mereka dengan bergerak menuju satu titik yang sama. Siapa yang sangka keduanya memiliki masa lalu yang sama-sama mereka kenang sebagai menori terindah.

Membaca buku satu 1Q84 membuat saya tercengang dengan kepiawaian Murakami merangkai detail demi detail. Belum lagi sentuhan humor yang diselipi Murakami. Ada beberapa adegan yang membuat saya terbahak.
Pertama, ketika Aomame akan menjalani tugasnya sebagai pembunuh bayaran yang membunuh laki-laki tukang KDRT. Ada adegan dia mengangkat kedua payudaranya dengan tangganya berharap mendapat banyak belahan.
Kedua, ketika Aomame bertemu seorang pria dan bertanya.

"Berapa besar penismu?"

Kemudian ketika mereka bercumbu dan Aomame menunjukkan dadanya dia berkata.

"Sorry kau mungkin merasa tak adil, aku meminta penis yang besar dan kau mendapatkan dada rata ini sebagai balasan."

Hahahahahaha.
Novel ini kaya akan pesan moral. Murakami menyelipkannya secara implisit tanpa menggurui. Murakami secara halus mengangkat KDRT, membuat kita miris dan bergidik. Ah yah banyak juga nasihat buat para penulis. Salah satunya.

"Di dunia ini ada dua tipe penulis. Penulis yang terlahir berbakat menulis dan penulis yang berusaha melakukan segala cara agar mampu menulis dengan baik."

Kamu sudah berusaha melakukan segala cara untuk menjadi penulis yang baik?

Semua karakter dieksekusi dengan menarik. Saya jatuh cinta sama tokoh Aomame. Dia seperti hidup dan mengajak saya berkeliling Tokyo mencari petualangan seru dan mendebarkan.

Novel ini ditulis dengan baik. Saya setuju sama Murakami melalui Komatsu dalam novel ini, jika ingin menulis novel sureal, tulislah dengan detail. Detail dalam novel ini membuat saya terpukau.
Saya sangat bersemangat membaca buku dua dan tiga. Menanti kejutan yang disiapkan Murakami.
Sampai jumpa di review buku dua dan tiga.

Bacalah buku ini. Sangat recomended!