Surga kecil di balik tumpukan buku

Minggu, 28 Desember 2014

(Review 2014) The Cuckoo Calling

Judul Buku : The Cuckoo's Calling
Penulis: Robert Galbraith
Judul Terjemahan : Dekut Burung Kukuk
Penerjemah : Siska Yuanita
Penerbit : Gramedia
Tebal : 520 halaman
Terbit : Desember 2013
ISBN : 978-602-03-0062-7

Siapa yang tak kenal J K Rowling? Penulis mega best seller yang tenar dan kaya raya karena Harry Potter si bocah penyihir dengan luka di dahi. Yaps, setelah hampir tujuh tahun memukau dunia dengan Harry Potter dan dunia sihir yang ajaib nama JK Rowling menjadi penulis yang paling
dicari. Selain 7 Buku Harry Potter, Rowling juga menulis novel tentang carut marut kota kecil Pagford di The casual Vacansy. Walaupun kemudian The Casual Vacansy tidak setenar Harry Potter, tetapi novel itu cukup membuktikan kapasitas JK Rowling sebagai penulis kawakan. Beberapa waktu lalu, santer terdengar kabar bahwa JK Rowlinglah nama asli dari penulis Robert Galbraith yang menulis novel detektif berjudul The Cuckoo’s
Calling. Novel yang semula hanya laku sekitar 1700 copy ini diburu oleh semua pecinta JK Rowling dan menjadi buku best seller no 1 di Amazon.com. Saya
sendiri begitu tahu ada terjemahan Indonesia yang diterbitkan Gramedia langsung segera membelinya.

Kisah novel ini dimulai dengan adegan kematian Lula Landry supermodel terkenal yang bunuh diri melompat dari apertemennya di kawasan mewah
London. Sontak kematian itu mengejutkan banyak pihak. Berbagai spekulasi muncul, pers memberitakan semua orang yang terkait dengan Lula termasuk Evan Duffield, kekasih Lula yang diduga terlibat pertengkaran sebelum Lula bunuh diri. Lalu adegan berpindah ke Cormoron Strike, pensiunan tentara dengan setengah kaki yang membuka usaha detektif dan terlibat banyak
utang. Strike baru saja mengakhiri hubungan dengan kekasih jangka panjangnya Charlotte dan menjadi tunawisma.

Di tengah kehidupannya yang pelik itu dua orang datang ke kehidupannya, yang pertama Robin, asisten temporer yang cekatan dan John Bristow, kaka Lula yang tak percaya Lula mati bunuh diri yang menawarkannya uang dalam jumlah banyak untuk mencari tahu pembunuh sebenarnya yang membunuh adiknya.
Karena butuh uang dan menyadari bahwa John adalah kakak sahabat masa kecilnya, Charlie akhirnya Strike menerima pekerjaan yang dia pikir mustahil. Strike setuju dengan polisi kalau Lula Landry bunuh diri.

Dengan bantuan Robin mereka
berusaha meyelidiki kasus dengan memanfaatkan media, mewawancarai orang yang dekat dengan Lula, dan Internet. Cormoran mewawancarai beberapa orang, diantaranya adalah Paman Kandung Lula, Tony Landry, sahabat Lula saat di pusat rehabilitas obat-obataan Rochelle, dan Pacar Lula, Evan Duffield.

Satu pernyataan yang
mengganggu Srike adalah pernyataan Tansy Bestigui, tetangga apartemen Lula yang mengatakan sebelum jatuh Lula terdengar bertengkar dengan seorang Pria. Kemudian, Rochlelle ditemukan meninggal beberapa jam
setelah bertemu Cormoron Strike yang meyakinkan Strike bahwa Lula Landry benar-benar telah dibunuh seseorang. Lalu siapakah pembunuh itu? Well, sebaiknya kalian baca sendiri dan terkejut sendiri mengetahui siapa pembunuhnya.

Saat membaca Dekut Burung Kukuk, saya tidak menaruh ekspektasi apa-apa pada buku Rowling ini. Saya takut kalau terlalu menaruh harapan tinggi maka harapan saya akan layu seperti saat membaca the casual vacansy. Namun saat mulai membaca beginning novelnya yang luar biasa, saya mulai tertarik apalagi perlahan-lahan kehidupan Lula terkuak, masa Lalu Comoron Strike yang juga rumit dan gelap, Hubungan Cormoron Strike dan Robin, penyelidikan Srtike yang membuat saya ikut menerka-nerka siapa pembunuh dan setelah membaca sampai habis dan mengetahui pembunuhnya harus saya akui JK Rowling penulis detektif yang lumayan handal. Membaca buku ini juga membuat saya terperangah akan kepiawaian JK Rowling menyusun Plot, Setting dan Karakter.

JK Rowling benar-benar detail sekali
menggambarkan London membuat kita seolah-olah ikut bersama Strike menyusuri jalan London yang elegan. Karaterisasi para tokoh juga kuat sebagaimana tercantum dalam novel-novel Rowling sebelumnya. Hanya saja sebagai penggemar cerita misteri saya harus akui bahwa plot Rowling sangat lamban tidak secepat Agatha Christie atau Conan Doyle, tetapi jangan khawatir meski lamban kita akan dengan senang hati membaca buku ini sampaiselesai karena kemampuan Rowling menggiring cerita dengan kata-kata yang tidak membosankan.

Satu hal lagi yang penting adalah penerjemah novel ini. Saya sungguh salut sama Mbak Siska Yuanita yang mampu menerjemahkan buku ini
dengan apik bahkan sempurna. Lihat saja judulnya dari The Cuckoo’s Calling jadi Dekut burung Kukuk. Saya cari di KBBI dekut itu artinya tiruan bunyi merpati atau burung Kukuk. Kata yang baru saya dengar saat baca novel ini. Akhir kata sebelum resensi ini berakhir pesan yang bisa kita dapatkan dari novel ini adalah jangan serakah dan suka iri hati. Percayalah kedua sifat itu hanya akan menghancurkanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar