Surga kecil di balik tumpukan buku

Senin, 29 Desember 2014

(Review 2014) U - Turn

Judul Buku : U Turn
Penulis : Nadya Prayudhi
Penerbit : Plotpoint
Tahun Terbit : Mei 2013
Jumlah halaman : 255 halaman

Buku kelima yang gue baca, sekaligus yang pertama di bulan Febuari adalah U-Turn karya Nadya Prayudhi. Judulnya bikin gue google apa itu U turn dan artinya adalah berbalik 180 derajat. Karena judul yang menarik ini, gue jadi tertarik untuk beli dan novel ini. Ini adalah Buku pertama Nadya Prayudhi dan dia butuh sembilan tahun..., IYA SEMBILAN TAHUN untuk menyelesaikan buku ini. Wow banget, yah.So, buat kamu yang baca review ini dan novel kamu belum selesai-selesai. Yakinlah suatu saat akan terbit *Wink
Ok, kita kembali ke novel ini. U turn sendiri berkisah tentang Karin, perempuan muda yang hubungan asmaranya selalu berantakan. Selama ini dia sudah berhubungan dengan beberapa pria yang hampir semuanya menyakiti hatinya. Kemudian dia bertemu Bre, dengan Bre dia merasa nyaman walau sering putus-sambung, putus-sambung. Hingga akhirnya mereka benar-benar putus dan dunia karin jumplitan. Novel ini dibuka dengan adegan awal yang apik. Karin sedang baca email putus dari Bre membuat pembaca merasa tertantang untuk tahu kisah mereka. 
Kemudian bergulir ke awal Karin dan Bre bertemu, alasan mereka putus sampai ke (Karin sadari) betapa hancurnya dia. Di tengah kehancuran itulah, Karin membuat keputusan untuk melakukan U-Turn alias berbalik dan mengenali dirinya. Hasilnya, dia terkejut ternyata dia masih menyimpan duka masa lalu yang mungkin juga menjadi dosa terbesar dalam hidupnya. Apakah dosa masa lalu itu? Berhasilakah hubungan Bre dan Karin? Well, baca sendiri kelanjutannya.

Bagi gue, U-Turn adalah novel yang menarik. Novel ini, tidak hanya mengangkat tema perempuan lajang 30an yang belum menikah terus ketemu cowo kaya dan dengan segala macam intrik akhirnya mereka menikah. Bukan, lebih dari itu. Novel ini menyajikan intrik yang lebih seru. Masa lalu karin membuat saya mengacungkan dua jempol untuk penulis yang berhasil memikirkan konflik sekeren itu dan yah penyelesaiann novel juga briliant bahwa setiap tokoh punya kaitan pada masa masa lalu Karin itu. Sembilan tahun menulis novel ini tak terbuang percumalah. Hal yang menjadi favorit gue adalah kemunculan Ayah Karin, bule campuran yang cinta bahasa Jawa. Novel ini juga well edited, setidaknya gue jarang menemukan kalimat atau scene yang sekedar nempel doang oh yah, dan minus typo selamat untuk Arif Ash Siddiq, sang editor. Hanya saja ada beberapa hal yang masih menganggu gue yaitu kemunculan Chuan, sang mantan di tengah kegalauan Karin menurut gue kurang pas aja. Dan kali ini gue harus bilang ilustrasi cover plot point yang biasanya ciamik kurang pas aja. Gambar perempuan yang berdiri itu tampak seperti anak perempuan 17 tahun yang sedang  galau sama sekali berbeda dengan gambaran Nadine, wanita karir modis yang sedang terpuruk. Selain daripada itu gue rasa novel ini bagus.
Habis baca U Turn gue sendiri pengen melakukan U turn tentang kehidupan gue selama ini. Siapa tahu gue masih terjebak masa lalu kaya Karin *halahh Yang pasti novel ini memenyadarkan gue untuk selalu melihat ke diri kita sendiri apabila ada yang salah dengan hidup kita. Setidaknya ada tiga pesan yang bisa gue bagi setelah baca buku ini. Yang pertama, selesaikan masa lalumu dengan benar, ga lucu kalau dia sewaktu-waktu menghantuimu. Yang ketiga, please kalau ada cowo yang memukulmu (apalagi sampai pingsan) tinggalkan dia dan lapor polisi! Dan yang ketiga, Kalau kesialan selalu menghampiri lo, coba lakukan U- Turn melihat keadaaan lo di masa lalu karena tak ada yang lebih baik di dunia ini selain mengenali diri lo sendiri. So, recomended book. Sampai jumpa di review buku seterusnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar