Surga kecil di balik tumpukan buku

Senin, 09 Februari 2015

Dimsum Terakhir - Clara Ng

Siska sedang berbicara dengan kliennya di Singapura

Rosi sedang bercanda dengan kekasihnya di Bogor

Novera sedang ngobrol dengan teman sesama gurunya di Jogjakarta

Indah sedang berjalan di sebuah tokobuku dan diserbu penggemar yang menyadarinya si penulis terkenal di Jakarta

Ketika sebuah telpon masuk.

Ayah keempatnya terkena strooke dan dirawat di RS. Keempatnya harus pulang kembali ke rumah untuk merawat ayah mereka.

Siska, Indah, Novera, dan Rosi adalah empat saudara kembar yang sangat bertolak belakang satu sama lain. Siska yang cemerlang dan penuh percaya diri si korelis. Rosi yang keras kepala, tomboy dan selalu easy going si sanguis.  Indah,  yang selalu teratur, selalu jadi anak yang patuh, mbak- mbak Baper (bawa perasaan) si melankolis.  Novera, si bungsu yang rapuh dan menyukai kedamaian. Selalu mengikuti aturan, si Pleghmatis. Mereka turunan China. Mereka mencintai Ayah mereka. Dan mereka menyimpan rahasia masing-masing.
Masalah mulai timbul ketika Si Ayah berkata.
"Ayah akan mati dengan tenang jika empat putri ayah menikah. "

Permintaan yang rumit karena

Siska takkan pernah mau menikah.

Indah tidak akan mungkin membawa pulang laki-laki yang bercinta dengannya

Rosi selalu merasa dirinya adalah Roni dan Roni hanya menikahi perempuan.

Novera berniat menjadi biarawati.

Bagaimana kisah mereka? Temukan saja sendiri di novelnya.

Siapa tak kenal Clara Ng? Yaps dia adalah penulis yang sangat produktif. Selain menulis ratusan cerpen, dia juga telah menulis begitu banyak novel (puluhan kalau nggak salah) saya sendiri baru membaca empat bukunya termasuk ini. Dan harus saya akui,
Dimsum terakhir adalah novel -untuk sementara, paling menawan yang ditulis Clara.

Beginning novel ini dibuka dengan adegan Siska di Singapura yang ditelpon dari Indonesia. Pembaca langsung tahu masalah utama di novel ini, tentang anak yang dipaksa pulang ke rumah.

Konflik yang diutarakan Clara juga menawan. Keluarga dan masalahnya. Bagaimana anak-anak mematuhi dan menghormati orangtua. Sub konflik juga menarik, keempat tokoh utama memiliki masalah yang tidak membuat perhatian pembaca hilang dari masalah utama. Penuturan konflik juga menarik.
Plot yang digunakan adalah plot maju mundur cantik. Karakterisasinya juga ciamik. Walaupun tidak diperinci dengan jelas, pembaca bisa membayangkan penampakan para tokoh. Tidak ada tokoh yang ditulis percuma. Semuanya punya tujuan. Setting Jakarta juga cukup terasa. Saya suka bagaimana Clara menampilkan etnis Tionghoa Indonesia tanpa menjadikannya hanya sebagai tempelan. Pov yang digunakan adalah pov orang ketiga serba tahu.
Dengan tebal 360 halaman - cukup tebal, Clara mampu memikat pembaca dari awal sampai akhir. Saya sangat menikmati membaca buku ini. Banyak hal yang bisa kita petik,  beberapa di antaranya adalah (1) Menjadi dewasa itu menjengkelkan dan penuh masalah, tapi kau akan selalu menemukan solusinya (2) Cintailah orangtuamu dan bahagiakan mereka selama mereka masih ada. Dan (3) Bagaimana mengikuti kata hati untuk setiap keputusan yang kita ambil...

Rekomended buku
4 dari lima bintang

Judul. :Dimsum Terakhir
Penulis : Clara Ng
Penerbit : Gramedia
Cetakan Pertama : 2006
Jumlah halaman : 260
Editor : Hetih Rusli

1 komentar: