Surga kecil di balik tumpukan buku

Rabu, 04 Februari 2015

Koala Komal : Ketika kamu kembali dan mendapati tempatmu pernah nyaman tak lagi sama.

Siapa tak kenal Raditya Dhika? Sutradara, penulis, stand up comedian, dan lain-lain. Coba cek twitternya! 9jute follower, Bo! Tidak dapat dipungkiri ketika dia muncul dan menawarkan hal menarik di balik galau, Dika dengan pesat menjadi buah bibir.  Kambing Jantan, buku konyol kisahnya selama di Australia  menarik perhatian ABG dan orang dewasa yang tertarik pada mainstream. Bisa dibilang Dika adalah cikal bakal melejitnya genre baru di dunia literasi - Pelit, Personal literature.

Gue baca Kambing Jantan dulu sekali ketika gue masih kuliah. Menurut gue buku itu menarik dan lucu. Dhika mampu membuat gue terpingkal. Namun ketika gue udah masuk dunia kerja, Baca buku Dhika yang lain rasanga malasin. Gue ngerasa joke yang dia angkat di bukunya bukan buat gue lagi. Gue terakhir baca Brontosaurus itu pun hanya cerita pertama.   Seorang teman bilang buku barunya ini rekomended, maka gue memutuskan untuk membaca bukunya yang terbaru ini. Hasilnya buku ini jauh lebih dewasa dari buku Dhika sebelumnya. Komedinya pun terasa begiu tulus. Kontennya pun bisa dibilang lebih matang dan filosofis.

Koala komal adalah kumpulan kisah tentang patah hati. Patah hati karena berpisah dari sahabat, berpisah dari masa remaja,  sampai berpisah dari kekasih. Kumpulan kisah dibuka dengan kisah petsahabatan Dika dengan teman masa kecilnya dan ditutup dengan nasehat Ibunya yang ciamik.

"Ibu punya sebutan untuk orang yang mengalami patah hati. Dewasa."

Tanpa kehilangan rasa humor, Dhika mampu menghadirkan hal-hal lucu tapi tak terkesan garing. Gue ngakak mendapati betapa anehnya keluarga Dhika, Ayah yang mempertanyakan adegan ciuman dan Ibu yang protes dese nggak bijaksana di film. Di cerita pembuatan film kambing jantan. Manggut-manggut dan tersenyum kecil di cerita pembuatan film Miko. Menggalau di kisah tentang sahabatnya yang patah hati. Dan terharu ketika cerita kekasih yang ngajak balik itu. Gue paling suka kisah ketika Dhika menceritakan teman wanitanya yang patah hati karena ditinggal mati. Ada adegan dia bilang patah hati bikin kita berubah. Apakah jadi lebih percaya pada cinta atau jadi keptis. Yang jelas kita berubah. Dan hei Dika benar. Gue pernah patah hati dan sejak saat itu pandangan gue tentang cinta menjadi berbeda. Yang jelas gue lebih bijaksana dalam menghadapai sebuah hubungan.Gue suka cara Dika menggambarkan Koala Kumal. Seekor koala yang pulang dan mendapati rumahnya jadi asing karena semua pohon dipotong. Seuatu yang saat kita tinggalkan terasa nyaman tetapibegitu kembali takkan lagi sama.  Gue sedang mengalami itu sekarang.  Gue petnah sangat amat nyaman dengan seseorang. Namun dia memutuskan pergii. Begitu gue kembali padanya rasanya BEDAA :'D
So gue harus bilang ini buku tentang menjadi dewasa yang sangat baik. Rekomended buat kalian yang butuh pencerahan dalam hidup.Tiga koma lima dari lima bintang.

Diskripsi Buku.
Judul: Koala Kumal
Penulis: Raditya Dika
Editor: Windy Ariestanty
Penerbit: GagasMedia
Genre: Kumpulan Cerita/Komedi
Cetakan: 1, 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar