Selasa, 23 Juni 2015

Sang Alkemis : Sudahkah Kamu Keluar dari Zona Nyamanmu?

Judul buku : Sang Alkeimis
Pengarang : Paulo Coelho
Penerbit : Gramedia

Saya membaca buku ini karena suara hati. Untuk mengerti ini, saya harus menceritakan asal mula saya mendapatkan buku ini dan hubungan saya dengan Paulo Coelho.Saya membaca buku Paulo Coelho pertama kali tahun 2008. "Di tepi sungai Piedra, aku duduk dan menangis"Saya lupalupa ingat kisahnya tentang apa, kalau tak salah tentang seorang perempuan yang mencintai seorang pastor. Saat itu entah mengapa saya tak begitu sukaa sama Paulo Coelho. Tahun 2009, sahabat saya Vian Budiarto memberikan saya Sang Alkeimis, waktu itu dia masih jadi Frater di OFM-Depok dan saya berkesempatan mengunjunginya. Saat itu saya membaca buku ini hanya sampai halaman lima dan menaruhnya kembali. Kisah tentang seorang gembala sama sekali tidak menarik.  Saya pun enggan membaca buku Coelho lainnya, kecuali 11 minutes kisah keren tentang Maria si pelacur Brasil. Berbagai orang sudah menyuruh saya membaca "sang alkeimis" terutama Kak Eka Elika yang menobatkan diri sebagai pecinta Coelho. Ka Eka bahkan menemukan dirinya di buku ini.Intinya buku ini tetap berada di rak saya tanpa saya sentuh sejak 2009.

Hidup Saya berlalu begitu saja, saya banyak mengalami hal-hal dari Jatuh cinta, patah hati, hilang kepercayaan,  terjebak pada cinta rumit, lulus kuliah, jadi sarjana, praktik ners di rumah sakit, bekerja, resign, jobless, quater life cirisis, dan quater life crisis. Selama kurun waktu itu saya membaca banyak sekali buku motivasi dann saya belajar untuk berpikir positif dan mempertajam alam bawah sadar. Ketika mengepak buku dari Depok ke Ruteng, Mei lalu saya kembali menemukan The Alchemist di tumpukan buku saya. Buku ini telah saya miliki selama 6 tahun tanpa sedikitpun saya baca. Saya teringat percakapan panjang dengan Ka Eka yang terinspirasi dari buku ini. Beberapa orang bilang ini buku tentang berpikir positif dan mempercayai suara hati. Seperti yang saya bilang, saya sedang mengalami Quater life crissis dan suara hati saya seperti tergugah mendengar buku ini. Seminggu belakangan, suara hati saya terus menyuruh saya membaca buku ini. Hari ini akhirnya saya berkesempatan membacanya. Selama dua jam buku ini lahap saya baca dan memang ada buku yang memberimu arti mendalam, karena kau membacanya di saat yang tepat.

Sang Alkemis berkisah tentang seorang anak gembala yang bermimpi memperoleh sebuah harta karun di Piramida Mesir. Mimpi itu ada terus dan mempertemukannya pada seorang pria tua. Pria tua itu menyuruhnya untuk mengejar mimpi agar mendapatkan harta itu. Dengan keyakinan penuh si anak gembala menjual 60dombanya dan berkelana menuju Mesir yang penuh gurun. Banyak sekali halangan hingga akhirnya dia bertemu Fatima, perempuan arab yang cantik di sebuah oase. Si anak gembala tahu hidupnya belum sempurna sebelum menemukan takdirnya, takdir yang kemudian membawanya bertemu seorang Alkemis bijaksana. Lalu apakah si anak akan menemukan harta karunnya? Bacalah buku ini! Sangat rekomended apalagi kalau kau sedang kehilangan arah.

Buku ini adalah salah satu buku berarti dalam hidup saya. Saya belajar banyak tentang kehidupan. Saya berkesimpulan Coelho ingin mendakwah orang-orang untuk keluar dari zona nyaman dan hidupkanlah hidupmu. Anak gembala adalah saya, kamu, dan kita. Mimpi si anak gembala adalah tujuan, takdir, yang ingin kita capai. Di buku ini Coelho mengartikan takdir sebagai sesuatu yang kita capai. Semacam tujuan hidup bukan hal yang ditentukan. Dalam hal ini saya setuju. Harta karun adalah dunia di zona kotak nyaman kita. Dan memang kau tidak akan menemukan harta karun di dalam zona nyamanmu.  Banyak orang yang menyerah mencari takdir hidupnya dan memilih puas di zona nyaman mereka, orang seperti adalah orang yang pasti suka rempong ketika orang lain berani keluar dari kotak nyamannya. Pernahkah kamu berbincang-bincang dengan orang pesimis yang bilang...

"Dia mah gilaa, masa ninggalin kerjaannya yg  oke di perusahan asing X hanya untuk jadi guru?"

Iyaa ini adalah bentuk pernyataan mereka yg kesal karena orang lainn berani keluar dari zona nyaman mereka. Atau jangan-jangan kamu suka nyinyir lihat orang mengambil keputusan yang kamu pikir "bodoh"Itu pertanda kamu mulai enggan hidup di zona nyamanmu tetapi takut untuk keluar.

Nah apa itu zona nyaman? Zona nyaman adalah dunia dimana kamu merasa semua baik-baik saja. Pekerjaan yang baik, hubungan yang oke, hobby yang menyenangkan. Zona tidak nyaman adalah hal yang membuat kau tidak nyaman misalnya single padahal usiamu hampir kepala tiga, berpergian sendirian, dan apapun. Cobalah untuk pergi ke dunia tak nyaman itu. Saya mencobanya minggu ini. Menurut saya berjalan keliling Ruteng jalan kaki adalah hal yang aneh. Saya mencobanya dan hey saya banyak mendapat hal menarik seperti tersesat di perpustakaan daerah dan membaca buku keren.

Selain keluar dari zona nyaman, Coelho medakwah untuk mengikuti kata hatimu . Saya sadar bahwa ketakutan, tidak percaya diri, mengutuk diri sendiri adalah beberapa hal yang membuat saya buta terhadap suara hati saya. Saya memulainya dengan menerimaa segala hal itu. Dan memang akhir-akhir ini suara hati saya mulai berbicara. Walaupun ada beberapa waktu saya mengabaikannya.Intinya ini buku bagus. Menguatkan kita semua untuk menemukan arti hidup. Buat kamu yang menyempatkan diri baca postingan ini, tanyakan pada dirimu apa takdirmu? Apa tujuan hidupmu? Apa kau sudah menemukannya?Saya mengetahui takdir saya dan sedang berusaha keras mencapainya.  Melalui buku ini Coelho menyampaikan pesan primitif yang kita semua sudah tahu.Hiduplah untuk hari ini dan yakinlah kau akan mencapai kesuksesan!Nikmati matahari hari ini, hubungilah kedua orangtuamu atau saudaramu dan katakan mereka berharga, nikmatilah waktu bersama sahabatmu, katakanlah pada pasanganmu, kamu beruntung memiliki mereka, atau jika kau single nikmati hidupmu bacalah banyak buku atau travelling kemanapun. Karena jika kau tak menikmati saat ini, suatu saat kau akan menyesal telah membuang waktu dengan penyesalan.

Terakhir dan tak kalah penting, lewat buku ini, Coelho ingin agar kita pembacanya memelihara keyakinan teguh agar kita bisa memperoleh kesuksesan. Yakinlah kau bisa mencapai apapun yang kau inginkan.Mengutip buku ini

"Jika kau menginginkan sesuatu, semesta akan membantumu mewujudkannya!

"Hidup, nikmati,  yakin, dan bersyukur!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar